Para Wartawan Sumbar peserta UKW
Uji Kompetensi ini adalah untuk mendapatkan sertifikasi dengan status masing-masingnya Wartawan Muda, Wartawan Madya dan Wartawan Utama.
Pra UKW dibuka oleh Wakil Ketua Dewan Pers M.Agung Dharmajaya yang sekaligus memberi materi dengan topik Kode Etik Jurnalistik dan Hukum Pers
Pada pemaparannya Agung mengatakan, UKW sangat penting diikuti oleh wartawan bila ingin menjadi wartawan profesional.
Agung mengingatkan, dalam menjalankan profesi, wartawan harus menjunjung kode etik dan undang-undang yang berkaitan dengan pers.
Wartawan profesional, jelasnya, juga harus menjunjung adab dan etika.
"Apalagi di tengah era konvergensi media, banyak orang jadi wartawan, wartawan tidak saja dituntut mengerti 5W + 1H, tapi juga harus memikirkan impact, dampak dari berita yang ditulis," kata Agung.
Pada sesi kedua, wartawan senior Marah Sakti Siregar memberi materi dengan dua topik, Teknik Wawancara dan Penulisan Berita.
Senada dengan Agung, Marah Sakti Siregar juga memberi penajaman pada wartawan dalam melakukan tugas jurnalistik.
Ia mengingatkan, dampak pemberitaan sangat besar apabila sudah menjadi konsumsi publik.
"Sebelum ke lapangan, Anda harus paham dulu persoalan. Tahu dulu baru bertanya. Jangan tidak tahu (masalah) tapi mengajukan pertanyaan," sebut Marah yang pernah mengelola Majalah Tempo, Editor dan Tiras.
Pelatihan Jurnalistik Pra UKW difasilitasi oleh Lembaga UKW PWI Pusat dan Lembaga UKW Moestopo. Dari Lembaga UKW PWI diikuti sebanyak 36 orang dan Lembaga UKW Moestopo sebanyak 28 orang.
Acara yang wajib diikuti oleh seluruh peserta dimoderatori oleh Nasrullah Kusadjibrata, dosen Universitas Prof.Dr. Moestopo berlangsung sehari penuh. Sesi kedua dilanjutkan setelah shalat Jumat.
Pada tanggal 5 Juli 2024 dilanjutkan dengan ujian langsung. (in).